Up to date
Home » Did you know? » Analyzing the unique Language on Linguistic Theories Subject
Analyzing the unique Language on Linguistic Theories Subject
Analyzing the unique Language on Linguistic Theories Subject

Analyzing the unique Language on Linguistic Theories Subject

Analyzing the unique Language on Linguistic Theories Subject

By: Hono Joe

  1. The Example in Conversation:

A: Setelah sesesai, kerjakan yang lain.

B: Baik, Pak.

C: Bantuin, dong! Jangan anggap enteng!

D: Sabar sedikit kenapa, sih?

If i analyze the conversation above in Pragmatic context, I will give conclude that the level social status “A” is higher than “B”. While, the level social status “C” and “D” is coequal. This is my reason :

“Sebuah interaksi sosial akan terjalin dengan baik jika ada syarat-syarat tertentu terpenuhi, salah satunya adalah kesadaran akan bentuk sopan santun. Bentuk sopan santun dapat diungkapkan dengan berbagai hal. Salah satu penanda sopan santun adalah penggunaan bentuk pronominal tertentu dalam percakapan. Di dalam bahasa Indonesia contohnya anda dan beliau untuk menghormati orang yang diajak bicara..

  1. The sentence “You have a green light” is ambiguous. Without knowing the context, the identity of the speaker, and his or her intent, it is difficult to infer the meaning with confidence. For example:
  • It could mean that you have green ambient lighting.
  • It could mean that you have a green light while driving your car.
  • It could mean that you can go ahead with the project.
  • It could mean that your body has a green glow.
  • It could mean that you possess a light bulb that is tinted green.
  1. A man likes listening to the Keroncong music

Explanation : In my analysis this sentence include “Inference” sentence. Because we know that a man is an unfamiliar person or stranger. A man who is talking near with us. In  “Inference” the sentence don’t expression explicit meaning. So that it include Inference sentence.

  1. Example in Conversation:

A: Hari ini ada acara?

B : Kenapa?

A : Kita jalan-jalan, yuk!

B: Wah, terima kasih, deh. Saya sedang banyak tugas!

“Di dalam penggalan percakapan di atas, B secara tidak langsung menolak ajakan A untuk jalan-jalan. B sama sekali tidak mengatakan kata tidak. Akan tetapi, A akan mengerti bahwa apa yang diucapkan B adalah sebuah penolakan. Kata terima kasih yang diungkapkan oleh B bukanlah bentuk penghargaan terhadap suatu pemberian, tetapi sebagai bentuk penolakan halus. Hal ini juga diperkuat oleh kalimat yang diujarkan B”

  1. Example in Conversation:

A: Tolong sampah sudah penuh.

B: Tunggu, ya. Aku baca Koran dulu. Nanti kubuang, deh !

Di dalam contoh di atas, A tidak menyuruh B secara langsung untuk membuang sampah. Akan tetapi, B dapat menangkap maksud yeng tersirta di dalam ujran A. dapat kita bayangkan bahwa setelah B membaca Koran ia akan membuang sampah karena hal ini dapat kita simpulkan dari jawaban B di atas. Jika B tidak peka terhadap maksud A, tentu jawabannya akan berbeda. Bayangkan saja kalau B hanya menjawab, “Ya, betul.”

  1. Example in Conversation:

A: Mau yang mana, komedi atau horor?

B: Yang komedi saja. Gambarnya juga lebih bagus.

C: Mau yang mana, komedi atau horor?

D: Sebetulnya yang drama bagus sekali. Apalagi pemainnya aku suka semua. Tapi ceritanya tidak jelas arahnya. Action oke juga, tapi ceritanya aku tidak mengerti.

C: Jadi kamu pilih yang mana?

“Di dalam kedua penggalan percakapan di atas kita dapat melihat bahwa jawaban B adalah jawaban yang lugas dan tidak berlebihan. Pelanggaran terhadap maksim cara dapat dilihat dari jawaban D. Untuk memenuhi maksim cara, adakalanya kelugasan tidak selalubermanfaat di dalam interaksi verbal (hal ini dapat kita lihat pula pada bagian yang membicarakan interaksi dan sopan santun). Sebagai pembatas dari maksim cara, pembicara dapat menyatakan ungkapan seperti Bagaimana kalau…, Menurut saya… dan sebagainya.”

  1. The Example in Conversation:

Peter   : “Would you drive a Mercedes?”

Mary   : “I wouldn`t drive any expensive car.”

 

Bellow is the example of using Jargon that almost uses at facebook comment:

  1. “Aduh, please deh lo mau gue ngerjain semua? Heloow, jahara lo ya yes”.

Penjelasan: Maksud jahara ini digunakan oleh komunitas chatting facebook di kalangan orang orang di Padang dengan makna “seseorang yang menyatakan perilaku tidak baik”.

  1. “Gue lo forever”.

Penjelasan : Biasanya jargon ini digunakan oleh komunitas chatting facebook di kalangan orang dengan makna “seseorang yang mengungkapkan perasaan hatinya kepada orang yang dituju”.

  1. “ Tunggu Sebentar saya lagi OTW”.

Penjelasan : “memberitahu pada seseorang bahwa dia akan menuju ke tempat yang dituju” yang artinya On the way

  1. “makasih dek, cu next”.

Penjelasan :“seseorang yang mengucapkan sampai jumpa dilain waktu” dalam arti bahasa inggris adalah See you

  1. Omet ada malasah apa gitu?”

 

Penjelasan : Jargon Omet merupakan singkatan dari Soulmate. Komunitas pengguna chatting facebook di kalangan mahasiswa jargon Omet ini dengan makna “sebutan sayang kepada kita”.

 

Bellow is the example of analysis advertisement

  1. “Go Ahead Hilang Arah”
Analyzing-the-unique-Language-on-Linguistic-Theories-Subject.-224x300 Analyzing the unique Language on Linguistic Theories Subject

Analyzing the unique Language on Linguistic Theories Subject.

Jika di analisis secara “Semiotic” Iklan “Go Ahead Hilang Arah” yang di visualisasikan oleh seorang dua orang sepasang kekasih yang bingung untuk mencari arah tujuan karena. Melalui iklan “Go Ahead Hilang Arah”nya perusahaan ini mengajak konsumennya untuk tidak mudah beralih pada merek rokok lain, oleh karena itu produsen ini menggunakan komunikasi “Go Ahead Hilang Arah” agar konsumennya tetap jalan terus/ “Go Ahead Hilang Arah”tak bergidik terhadap berbagai macam merek rokok baru yang terus bermunculan untuk tetap setia selalu menggunakan produk mereka.

 

 

 

  1. “Pikir Pendek GO AHEAD”

Jika di analisis secara “Semiotic” Iklan Pikir Pendek “GO AHEAD” harapannya perokok tetap jalan terus GO AHEAD melanjutkan kebiasaannya merokok, terlihat sekelompok orang melompat dari tebing tanpa rasa cemas, pikir pendek, tak berfikir panjang dan tidak memperdulikan keselamatan yang di tampilkan dalam iklan GO AHEAD. Walaupun ancaman kesehatan sedang mengintai mereka dan LSM Bahkan pemerintah saat ini melalui edukasi dan kampanye publik terus menyadarkan masyarakat dan para pecandu rokok tentang dampak kesehatan yang akan diperoleh jika terus mengkonsumsi rokok.

About Progressive-edu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top
}

Copyright © 2014 Hono Joe. All Rights Reserved.


Educational Site by Hono Joe